Sistem Transportasi

26 12 2009

Sistem Transportasi Pada Hewan

Transportasi zat di dalam sel terjaditerutama dengancara difusi. Tetapi zat juga perlu diangkut ke dan dari lingkungancairan tempat sel itu hidup. Bagi protozoa dan hewan-hewan air yang kecil, lingkungan cairan itu hanya berupa air kolam atau air genangan. Pada hewan yang lebih besar lingkungan itu adalah cairan interstisium yang terdapat diantara sel-sel. Cairan interstisium merupakan komponen air tubuh yang terbesar di luar-luar sel. Air ekstrasel lainnya terdapat dalam pembuluh darah (air plasma) atau disekresikan oleh sel-sel kedalam berbagai ruang epitel, seperti selom atau rongga saluran pencernaan(air transel). Semua cairan ini terlibat dalam proses transportasi.

Masalah transport internal adalah masalah menggerakan zat-zat dari cairan interstisium yang mengelilingi sel-sel ke tempat-tempat dimana zat-zat yang diperlukan itu masuk ke dalam tubuh dan limbah dibuang. Pada sebagaian hewan besar, perlu di bantu dengan aliran cairan dalam rongga badan atau sistem yang mengangkut gas, zat makanan dan zat-zat lain. Hal ini disebut aliran pukal. Derajat perkembangan dan kompleksitas sistem transpor berkaitan dengan besar dan laju metabolisme hewan. Dengan memanfaatkan aliran pukal, sistem transportasi pda hakekatnya memperpendek jarak difusi. Oksigen tidak perlu berdifusi dari paru-paru ke dalam jaringan, tetapi berdifusi kedalam darah yang membawanya dengan cara aliran pukal ke jaringan tempat terjadinya berdifusi.

Sistem transportasi terdapat pada semua makhluk hidup, termasuk pada golongan hewan tingkat rendah. Namun karena tidak semua hewan memiliki cairan darah, bahasan tentang sistem peredaran darah pada hewan disebut dengan nama yang lebih umum yakni sistem transportasi.

Semua hewan, baik hewan rendah maupun hewan tingkat tinggi mempunyai sistem transportasi. Namun demikian, karena perbedaan struktur tubuhnya, maka cara transportasinya pun berbeda. Sistem transportasi pada hewan mengalami perkembangan secara bertahap dari hewan bersel satu hingga hewan bersel banyak. Sistem transportasi pada hewan tingkat rendah lebih sederhana bila dibandingkan dengan sistem transportasi pada hewan tingkat tinggi.

Sistem Transportasi Hewan Bersel Satu

Hewan bersel satu atau protozoa tidak mempunyai alat tranporasi khusus. Karena tubuhnya hanya tersusun atas satu sel, seluruh aktivitas hidupnya dilaksanakan oleh sel itu sendiri, termasuk proses transportasinya. Contoh hewan bersel satu antara lain Amoeba dan Paramecium.

Hewan bersel satu menyerap oksigen dan air melalui seluruh bagian tubuhnya. Zat itu masuk ke dalam plasma sel. Selanjutnya, zat-zat tersebut beredar di dalam sitoplasma melalui proses difusi. Difusi adalah perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Zat-zat sisa yang dihasilkan diangkut oleh plasma sel ke membran sel untuk dikeluarkan. Jadi, membran sel berfungsi sebagai tempat pertukaran zat. Zat-zat masuk dan keluar sel melalui membran plasma.

Sistem transportasi pada Amoeba

Sistem Transportasi Porifera, Coelenterata, dan Planaria.

Porifera, Coelenterata, dan Planaria tidak mempunyai sistem transportasi khusus. Materi yang diperlukan tubuh, misalnya makanan dan oksigen, diedarkan oleh sel-sel secara difusi, osmosis, dan transport aktif.

  • Porifera

Porifera memiliki sel-sel ameboid yang berfungsi mengedarkan makanan. Makanan ditangkap dan dicerna oleh sel-sel leher (koanosit), kemudian deberikan ke sel-sel ameboid. Kemudian, sel-sel ameboid mengembara ke sel-sel lain untuk mengedarkan makanannya. Makanan pada Porifera diperoleh melalui aliran air yang melintasi ostia / pori dan keluar melalui oskulum.

  • Coelenterata

Pada Coelentarata, misalnya Hydra, makanan yang telah dicerna didalam rongga gastrovaskuler langsung diserap oleh sel-sel endoderma penyusun dinding rongga gastrovaskuler. Selanjutnya, sel-sel endoderma memberikan makanan  ke sel-sel ektoderma secara difusi dan osmosis. Sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui mulutnya.

  • Planaria

Pada cacing tingkat rendah, misalnya Planaria, makanan masuk ke dalam usus. Selajutnya, usus bercabang-cabang keseluruh tubuh untuk mengedarkan makanan. Usus tersebut disebut gastrovaskuler, yang berfungsi sebagai pencerna makanan dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.

Sistem transportasi Planaria

Sistem Transportasi Cacing Tanah

Cacing memiliki sistem organ tubuh lengkap, termasuk sistem transportasinya. Dan tubuhnya terdiri atas 100 sampai 200 segmen. Cacing memiliki sistem organ tubuh lengkap, termasuk sistem transportasinya. Alat transportasinya cacing tanah terdiri atas berikut ini.

a)Pembuluh darah, yang terdiri dari

  1. pembuluh darah punggung (dorsal), berfungsi untuk mengangkut darah masuk ke dalam jantung
  2. pembuluh darah perut (ventral), berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh

b)      Pembuluh kapiler, yang menghubungkan pembuluh punggung dan pembuluh perut. Pembuluh darah kapiler terdir dari lima pasang lengkung aorta.

c)Lengkung aorta sebagai jantung.

Cacing tanah menyerap oksigen melalui seluruh permukaan tubuhnya. Oksigen tersebut akan masuk ke dalam pembuluh darah kapiler. Selanjutnya, oksigen akan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah punggung. Ke dalam pembuluh punggung juga masuk pembuluh darah dari usus yang kaya zat-zat makanan. Selanjutnya darah dari pembuluh punggung menuju ke lengkung aorta berdenyut, berfungsi sebagai jantung.

Dari lengkung aorta, darah mengalir ke tubuh bagian depan dan bagian belakang melalui pembuluh perut. Dari pembuluh perut, darah melalui kapiler, kemudian masuk ke pembuluh punggung. Selanjutnya darah kembali ke lengkung aorta, demikian seterusnya.

Darah pada cacing tanah beredar didalam pembuluh, oleh sebab itu disebut sebagai peredaran darah tertutup. Darah pada cacing tanah terdiri atas plasma darah dan butir-butir darah. Plasma darah mengandung hemoglobin, sehingga mampu mengikat oksigen. Selain mengangkut oksigen, darah juga mengangkut zat-zat makanan dan sisa-sisa metabolisme.

Sistem peredaran pada cacing tanah

Sistem Transportasi Serangga

Sistem transportasi serangga, contohnya pada belalang terdiri atas pembuluh yang beruas-ruas yang menyerupai gelumbung-gelembung yang memanjang di daerah punggung, di atas saluran pencernaan. Bagian belakang pembuluh tersebut ujungnya tertutup, sedangkan bagian paling depan ujungnya terbuka. Pembuluh ini berfungsi sebagai jantung. Karenanya disebut jantung pembuluh. Pada saat jantung pembuluh ini berdenyut, darah keluar dari jantung pembuluh ke bagian depan melalui aorta.

Darah keluar dari pembuluh darah kemudian masuk ke hemosoel. Hemosoel adalah rongga-rongga tubuh. Peredaran darah yang tidak melalui pembuluh darah disebut peredaran darah terbuka. Dari seluruh tubuh, darah masuk kembali ke jantung pembuluh melalui lubang-lubang di kanan kiri pembuluh. Darah belalang tidak dapat mengikat oksigen, karena tidak mengandung hemoglobin. Plasma darah yang jernih ini mengandung sel-sel darah yang tidak berwarna, yang bekerja sebagai fagosit untuk membinasakan organisme asing.

Oksigen pada belalang diedarkan oleh sistem trakea. Oksigen masuk melalui stigma. Stigma berbentuk lubang, sepasang, dan terdapat pada setiap ruas tubuhnya. Kemudian dari stigma oksigen masuk ke dalam trakea. Oleh trakea oksigen diedarkan ke seluruh tubuh. Jadi, darah pada belalang tidak berfungsi untuk mengedarkan sari-sari makanan dan sisa makanan, serta membunuh organisme asing.

Skema peredaran darah belalang

Sistem Peredaran Darah Ikan

System peradaran darah pada ikan termasuk system peredaran darah tertutup dan tunggal. Jantung ikan terbagi menjadi dua ruangan, yakni satu serambi dan satu bilik. Antara serambi dan bilik terdapat katup yang berfungsi mengalirkan darah satu arah dari serambi ke bilik. Darah dari seluruh tubuh yang telah banyak mengambil CO2 dari jaringan mengalir ke sinus venosus. Sinus venosus adalah struktur khusus berupa rongga penghubung pada pangkal serambi dan kemudian masuk ke serambi. Dari serambi darah mengalir ke bilik, kemudian darah masuk ke konus arteriosus (pada ujung bilik atau pangkal aorta).

Kemudian, darah masuk ke aorta ventralis menuju ke insang. Di dalam insang terjadi pertukaran gas CO2 dengan O2. Darah dari insang lalu masuk ke seluruh tubuh untuk mengedarkan O2 dan sari makanan. Dari tubuh, darah kembali ke jantung melalui vena cava dan sinus venosus. Jadi, peredaran darah ikan merupakan peredaran darah tunggal karena dalam satu kali peredarannya, darah hanya melalui jantung satu kali.

Sistem peredaran darah ikan

Sistem Peredaran Darah Katak

Sisitem peredaran darah pada katak termasuk system peredaran darah tertutup dan ganda. Jantung katak terbagi menjadi tiga ruangan, yakni serambi kiri dan kanan serta satu bilik. Darah dari seluruh tubuh yang telah banyak mengambil CO2 dari jaringan mengalir ke sinus venosus dan kemudian masuk ke serambi kanan. Dari serambi kanan, darah mengalir ke bilik, kemudian darah dipompa ke luar melalui arteri pulmonalis. Selanjutnya, darah mengalir melalui: arteri pulmonalis → paru-[aru (di paru-paru terjadi pertukaran gas CO2 dengan O2) → vena pulmonalis → serambi kiri. Lintasan peredaran darah ini disebut peredaran darah kecil. Kemudian, darah masuk bilik dan mengalir melalui: bilik → konus arteriosus → aorta ventralis → seluruh tubuh. Di dalam bilik jantung, darah kotor (banyak kandungan CO2) dari serambi kanan bercampur dengan darah bersih (kaya O2) dari serambi kiri. Hal ini akan mempengaruhi efisiensi suplai oksigen.

Dengan demikian, peredaran darah katak merupakan peredaran darah ganda, yaitu pertama darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian ke jantung lagi, dan kedua darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh lagi.

Sistem peredaran darah katak

Sistem Peredaran Darah Reptil

Ada dua sistem peredaran darah pada reptile, yaitu sistem yang terdapat pada buaya dan sistem yang tedapat pada kura-kura, kadal dan ular.

Pada buaya, jantungnya terdiri dari 4 ruang, yaitu serambi kiri dan kanan, serta bilik kiri dan kanan. Antara serambi kiri dan kanan, juga antara bilik kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat (septum). Darah dari seluruh tubuh yang telah banyak mengambil CO2 dari jantung mengalir ke sinus venosus (pada pangkal serambi) dan kemudian masuk ke bilik kanan. Ada 2 lintasan aliran darah dari bilik kanan, yaitu

1)      Bilik kanan → arteri pulmonalis → paru-paru → vena pulmonalis → serambi kiri

2)      Bilik kanan → aorta kiri → bergabung dengan aorta kanan.

Antara aorta kiri dengan aorta kanan saling berhubungan melalui lubang yang disebut foramen Panizzae. Fungsi foramen tersebut adalah untuk menyeimbangkan tekanan darah dalam jantung pada saat hewan tersebut menyelam dalam air.

Pada kura-kura, kadal dan ular, jantungnya terdiri dari serambi kiri dan kanan, serta bilik kiri dan kanan. Antara serambi kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat, sedangkan antara bilik kiri dan kanan tidak dipisahkan oleh sekat. Darah vena dari seluruh tubuh mengalir ke sinus venosus → serambi kanan → bilik (kiri dan kanan belum berseptum) → arteri pulmonalis → paru-paru → vena pulmonalis → serabi kiri → bilik kiri → lengkung aorta → seluruh tubuh.

Sistem peredaran darah reptile

Sistem peredaran darah reptil

Sistem Peredaran Darah Burung

Pada burung, darah beredar melalui pembuluh darah dan dipompa oleh jantung. Jantung burung berbentuk kerucut terbalik dan terbungkus oleh selaput jantung (perikardium). Jantung burung terdiri atas 4 ruang, yaitu 2 serambi dan 2 bilik. Sistem peredaran darahnya adalah sistem peredaran darah ganda dan tertutup. Sistem peredaran darah ganda artinya dalam satu kali beredar darah melalui jantung dua kali. Sistem peredaran darah tertutup artinya peredaran darahnya selalu didalam pembuluh darah. Darah yang banyak mengandung oksigen yang berasal dari paru-paru tidak bercampur dengan darah yang banyak mengandung karbondioksida yang berasal dari seluruh tubuh.

Darah kaya oksigen dipompa dari bilik kiri menuju seluruh tubuh melalui aorta. Di sel-sel tubuh, oksigen dibebaskan, namun karbon dioksida diikat. Darah yang menjadi miskin oksigen namun kaya karbon dioksida ini mengalir melalui vena menuju serambi kanan dan masuk bilik kanan. Peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh lalu kembali ke jantung ini disebut peredaran darah besar.

Dari bilik kanan, darah yang miskin O2 namun kaya karbon dioksida dan dipompa agar mengalir ke paru-paru. Di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diikat. Darah dari paru-paru yang kaya O2 masuk ke jantung lagi melalui serambi kiri. Dari serambi kiri darah masuk ke bilik kiri. Peredaran darah dari jantung menuju paru-paru ke jantung disebut peredaran darah kecil.

Sistem peredaran darah burung

Sistem Transportasi/Peredaran Darah pada Manusia

Transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh.
Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah.
Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe.
Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.

Darah (Sanguis)

terdiri dari dua komponen:

1. Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah 4 Eritrosit, Lekosit, Trombosit.

2. Plasma Darah adalah cairan darah.

Fungsi Darah

- Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)

- Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)

- Imunologi (mengandung antibodi tubuh)

- Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)


Eritrosit (Sel Darah Merah)

Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen. Kadar 1 Hb inilah yang dijadikan patokan dalain menentukan penyakit Anemia.

Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa 4. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).

Lekosit (Sel Darah Putih)

Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 – 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh.

Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksiÞ misalnya radang paru-paru. Lekopeni yaitu Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah. Lekositosis yaitu Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah).

Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis. Gerakan lekosit mirip dengan amoeba Þ Gerak Amuboid.
Jenis Lekosit

  • Granulosit
Þ Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula).
Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.
  • Agranulosit
Þ Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit.
• Eosinofil Þ mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing).
• Basofil Þ mengandung granula berwarna biru (Warna Basa). Berfungsi pada reaksi alergi.
• Netrofil Þ (ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen). Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear). Berfungsi sebagai fagosit.
• Limfosit Þ (ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untuk menyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh.
sel T4 Þ imunitas seluler
sel B4
Þ imunitas humoral
• Monosit Þ merupakan lekosit dengan ukuran paling besar

Trombosit (KEPING DARAH)

Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor) Þ Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili.

Proses Pembekuan Darah

Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase (Tromboplastin). Prosesnya adalah sebagai berikut;

TROMBOSIT pecah ÞTROMBOPLASTIN

ion Ca

PROTROMBIN Þ TROMBIN

Vitamin K

FIBRINOGEN Þ FIBRIN

Pada masa embrio (janin) sel-sel darah dibuat di dalam Limpa dan Hati (extra medullary haemopoiesis).
Setelah embrio sudah cukup usia, fungsi itu diambil alih oleh Sumsum Tulang.


Plasma Darah

Terdiri dari air dan protein darah Þ Albumin, Globulin dan Fibrinogen. Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah.
Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing (Antigen).

Zat antibodi adalah senyawa Gama Þ Globulin.

Tiap andbodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam.

- Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen Þ Presipitin.
– Antibodi yang dapat menguraikan antigen Þ Lisin.
– Antibodi yang dapat menawarkan racun Þ Antitoksin.

Contohnya adalah sifat golongan darah (Blood Groups). Yang umum adalah penentuan cara ABO (ABO System) Þ oleh Landsteiner.

Aglutinogen = antigen ; aglutinin = antibodi

Jika aglutinogen dan aglutinin yang “sesuai” bercampur Þ Reaksi Aglutinasi.

Donor Universal Þ golongan darah yang dapat memberikan darahnya pada semua jenis golongan darah yang lain Þ Golongan Darah O.

Resipien Universal Þ golongan darah yang dapat memberikan darah dari semua jcnis golongan darah yang lain Þ Golongan Darah AB.

Sistem golongan darah yang lain adalah Sistem Rhesus yang dikemukakan oleh Landsteiner.

Nama Rhesus diambil dari sejenis kera Macacca rhesus (di India). Prinsipnya adalah terdapatnya antibodi terhadap antigen D (anti-D).

Sistem rhesus mengenal dua jenis golongan darah yaitu:
1. Rhesus POSITIF
2. Rhesus NEGATIF (diturunkan secara genetis, Rh+ dominan terhadap Rh-)

Eritroblastosis Foetalis adalah kelainan pada bayi di mana telah terjadi ketidaksesuaian faktor rhesus (bayi Rh + dan ibu Rh -). Gejala penyakit ini adalah Ikterik Þ ditemukan oleh Levine.

Pertolongan pada bayi tersebut adalah dengan cara Transfusi Eksanguinasi (Exchange Transfussion).

Jantung

Terdiri dari tiga lapisan

1. Perikardium (lapisan luar)
2. Miokardium (lapisan tengah/otot jantung)
3. Endokardium (lapisan dalam)

Jantung terdiri dari 4 ruang

1. Atrium Sinister (Serambi Kiri)
2. Atrium Dekster (Serambi Kanan)
3. Ventrikel Sinister (Bilik Kiri)
4. Ventrikel Dekater (Bilik Kanan)

Antara Atrium Sinister (Serambi Kiri) dengan Ventrikel Sinister (Bilik Kiri) terdapat katup dua daun (Valvula Bicuspidalis), sedangkan antara Atrium Dekster (Serambi Kanan) dengan Ventrikel Dekster (Bilik Kanan) dihubungkan katup tiga daun (Valvula Tricuspidalis). Jantung mendapat makanan (oksigenasi) melalui pembuluh Arteri Koronaria.

Peredaran darah terbagi dua bagian yang bekerja sekaligus yaitu :
1. Peredaran darah Pulmona/Peredaran darah pendek (jantung – paru-paru – jantung).
2. Peredaran darah Sistemik/Peredaran darah panjang (jantung – seluruh tubuh – jantung)

Denyut jatung terbagi dua fase yaitu
1. Fase Sistolik (kontraksi).
2. Fase Diastolik (relaksasi).

Pembuluh Darah

Terdiri dari :
1. Pembuluh darah yang meninggalkan jantung  →Arteri terdiri dari Aorta, Arteri,     Arteriol.
2. Pembuluh darah yang menuju jantung → Vena terdiri dari Vena Kava, Vena, Venula.
3. Pembuluh antara arteri dan vena → Kapiler.

Terdapat dua pembuluh limfe besar

1. Duktus Limfatikus Dekster.
2. Duktus Torasikus.

Di sepanjang pembuluh tersebut terdapat kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai filter terhadap bibit penyakit. Bila terjadi infeksi dalam tubuh maka tedadi pembesaran kelenjar limfe regional.

Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

- Anemia à Kadar Hb tidak mencukupi (di bawah normal).
- Hemofilia Kekurangan faktor pembekuan darah, darah sukar membeku.
- Lekimia à Penyakit keganasan darah (kanker darah)
- Sklerosis à Pengerasan dinding pembuluh nadi. Atherosklerosis disebabkan oleh lemak, sedangkan Arteriosklerosis disebabkan oleh kapur.
-Trombus dan Embolus à Gangguan jantung karena terdapat gumpalan pada nadi tajuk (arteri koronaria).
- Varises à Pelebaran pembuluh vena akibat kerusakan pada katup-katupnya. Bila terjadi di rektum disebut Hemoroid (Wasir)

Terdapat dua pembuluh limfe besar :

1. Duktus Limfatikus Dekster.
2. Duktus Torasikus.

Di sepanjang pembuluh tersebut terdapat kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai filter terhadap bibit penyakit. Bila terjadi infeksi dalam tubuh maka tedadi pembesaran kelenjar limfe regional.

Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

- Anemia à Kadar Hb tidak mencukupi (di bawah normal).
- Hemofilia à Kekurangan faktor pembekuan darah, darah sukar membeku.
- Lekimia à Penyakit keganasan darah (kanker darah)
- Sklerosis Presentasi karya’quw Pengerasan dinding pembuluh nadi. Atherosklerosis disebabkan oleh lemak, sedangkan Arteriosklerosis disebabkan oleh kapur.
-Trombus dan Embolus à Gangguan jantung karena terdapat gumpalan pada nadi tajuk (arteri koronaria).
- Varises à Pelebaran pembuluh vena akibat kerusakan pada katup-katupnya. Bila terjadi di rektum disebut Hemoroid (Wasir).

DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, Istamar, dkk. Biologi SMA XI. Jakarta: Erlangga. 2004.

Aryulina, Diah. Biologi SMA XI. Jakarta: Erlangga. 2004.

Daniel. Buku ringkasan pusat konsultasi studi bimbingan belajar.

Pratiwi, dkk. Biologi SMU jilid 2 kelas 2. Jakarta: Erlangga. 1999.

Claude A.Villee, Warren F.Walker, Jr.Robert D.Barnes. Zoologi umum. Jakarta: Erlangga. 1984.

http://gurungeblog.wordpress.com/2008/10/31/sistem-transportasi-hewan/

http://tedbio.multiply.com/journal/item/19

http://ilmupedia.com/akademik/15/70-peredaran-getah-bening.html

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: